Sunday, February 22, 2004

Something to Share..Ciri-Ciri Kasih Sayang Rasulallah S.A.W.

Sayang I

Suatu ketika Rasulullah sedang memimpin solat jama'ah.Tidak seperti biasa, kali ini sujudnya panjang sekali. Para sahabat yang berada di belakangnya mulai resah,terfikir oleh mereka pasti ada sesuatu yang menimpa Rasulullah. Ketika solat selesai, mereka bertanya tentang hal tersebut. Nabi menjelaskan bahawa ketika ia sedang bersujud, tiba-tiba Hasan dan Husain cucunya naik ke atas punggungnya. Ia tak segera berdiri sampai sang cucu turun sendiri. Ia khuatir bila ia paksakan berdiri sang cucu akan terjatuh ke lantai.

Sayang II

Di lain waktu Rasulullah sedang berkhutbah.Di tengah khutbahnya tiba-tiba sang cucu berlari menuju kemimbar. Rasulullah turun dari mimbarnya dan menyambut kedatangan cucunya sembari memberi isyarat agar sang cucu kembali tenang. Tak lama kemudian Rasulullah melanjutkan khutbahnya. Rasulullah adalah manusia yang dipilih Allah dengan sifat yang penuh dengan kasih sayang. Sifat kasihnya tidak terbatas hanya untuk anggota keluarganya, tapi melingkupi seluruh manusia.


Sayang III

Suatu ketika ada seorang ibu sedang menggendong anaknya. Tiba-tiba Rasulullah mendekat dan ingin memangkunya. Maka beralihlah sang anak dari pangkuan ibu kepada pangkuan Rasulullah. Tak disangka-sangka sang anak itu kencing hingga membasahi jubah Rasulullah. Melihat kejadian itu sang ibu langsung merenggut sang anak dari tangan Rasulullah. Sambil mengumpat, sang ibu tak lupa memukul punggung sang anak. Rasulullah mencegahnya, tapi sang ibu tetap memaksa. Atas kejadian tersebut Rasulullah mengingatkan bahawa kotornya jubah bisa dicuci di rumah, tapi kemarahan ibu tetap akan membekas dalam hati sang anak sampai ia menginjak dewasa, dapatkah ibu membersihkannya?

Sayang IV

Suatu ketika 'Aisyah menceritakan kepada Rasulullah saw sebuah peristiwa yang baru saja dilihatnya. Ia melihat seorang ibu dengan dua orang anaknya yang sedang kelaparan. Dalam keadaan seperti itu seseorang memberikan tiga potong roti. Dua diberikan kepada anaknya sedangkan yang sepotong disisakan untuk dirinya. Kerana kelaparan sang anak langsung melahap dan menghabiskannya. Tak tega terhadap keinginan kedua anaknya tersebut, sepotong roti bahagiannya dibahagi dua untuk mereka. Sang ibu rela kelaparan demi anak-anaknya. Setelah mendengar cerita tersebut, beliau bersabda: Kasih sayang Allah kepada hambaNya melebihi kasih sayang ibu yang baru anda ceritakan tadi. Sang ibu yang dikisahkan oleh 'Aisyah itu benar-benar telah menghayati nilai kasih sayang. Ia telah meresapi nilai kasih sayang Tuhan, yang dimplementasikan kepada anak-anaknya. Namun demikian, kasih sayang Allah jauh melebihi demonstrasi kasih sayang ibu tersebut. Atas kasih sayangNya kita hidup, dengan kasih sayangNya pula kita dapat menikmati kehidupan dunia, dan Insya-Allah akan menikmati pula kehidupan akhirat, suatu kehidupan yang sesungguhnya.

Rumusan Sayang

Begitulah seorang manusia yang bernama Muhammad. Beliau tak ingin seorang pun yang terluka hatinya, kecewa, sedih, marah, dan benci kepada sesamanya. Beliau ingin memberikan yang terbaik kepada orang lain, dengan sekuat daya dan kemampuannya. Menyayangi keluarga, isteri, anak atau cucu, itu hal biasa. Binatang buas sekalipun memberikan kasih sayangnya kepada anggota keluarganya. Harimau tetap menyusui anaknya, demikian pula binatang buas lainnya. Untuk itu Rasulullah bersabda: "Tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling berkasih sayang. Para sahabat berkata: Kami sudah saling kasih sayang.

Nabi bersabda: Bahawa sayang yang dimaksud di sini bukan saja sayang sekadar kepada salah seorang temannya, dalam ruang lingkup terbatas, tetapi sayang (yang dimaksud) adalah sayang yang bersifat menyeluruh. (Hadith Riwayat Ath-Thabrani)

Kerana ia mengajari manusia untuk bersikap lembut dan kasih sayang kepada semua yang melata di muka bumi, beliau bersabda: Sayangilah orang-orang yang ada di bumi, nescaya kamu disayangi oleh orang yang di langit (yakni para malaikat). (Hadith Riwayat :Thabrani)


Sesungguhnya sifat kasih sayang itu ada dalam jiwa manusia. Besar kecilnya tergantung kepada setiap individu untuk menumbuhkan dan merawatnya. Ada orang-orang yang berhasil membesarkannya, tapi banyak yang gagal sehingga kasih sayangnya tertutupi oleh rasa benci, sombong, dan cita-citanya. Sebagaimana sifat-sifat yang lain, sifat kasih sayang hendaknya juga dilatih.

  1. Pertama, dengan mengasah kepekaan sosial. Tumbuhkan rasa simpati dan empati kepada sesama.

  2. Kedua, hulurkan tangan, berikanlah bantuan kepada orang-orang yang lemah dan memerlukan bantuan.

  3. Ketiga, hiasi penampilan dengan senyum yang manis, perangai yang halus, dan perilaku yang menyenangkan.

  4. Keempat, jaga lisan dari kata-kata kasar, kotor, dan menyakitkan perasaan.


Dengan empat langkah di atas, Insya-Allah kita akan tampil menawan, penuh pesona dan wibawa dan membawa kegembiraan di hati orang sekeliling kita. Insyallah..